11/11/2008 (Uncategorized)
Kawan, dulu sebelum sekutu menggempur habis-habisan Kota Surabaya hingga luluh lantak dan jadi kota mati, tentara sekutu terlebih dahulu menyebarkan pamflet-pamflet yang berisikan perintah untuk mundur dan ancaman penggempuran jika arek-arek Suroboyo nekat melawan. Pamflet-pamflet itu ditebarkan di udara dengan pesawat terbang. Seketika itu juga langit surabaya mirip sedang hujan kertas.
Tapi tak dinyana, seruan dan ancaman sekutu ditanggapi dingin, malah membuat arek-arek Suroboyo geregetan. “Diamput!”, pisuh arek-arek Suroboyo kala itu. “Gak katene tanah Suroboyo tak kekno penjajah barang sejengkal!”. Arek-arek Suroboyo malah menanggapinya dengan perlawanan… Hidoep atoe Mati!
Begini isi pamflet ancaman itu:
Read the rest of this entry »
No Comments »
10/16/2008 (Kuliner)
Kalau Anda sedang di Surabaya, tak ada salahnya Anda mencoba wisata kuliner di kota ini. Tapi saran saya cobalah produk kuliner yang orisinil, maksudnya produk makanan asli setempat alias makanan tradisional khas Kota Surabaya. Mungkin beberapa di antara Anda sudah cukup familiar dengan makanan khas Kota Surabaya. Hmmm…. rasanya memang uennak tenan… “Mak nyus”, kata Bondan. Nah kalau berbicara makanan tradisional, itu berarti membicarakan makanan yang sudah populer sejak tempo doeloe kala. Apa saja makanan tradisional itu dan gimana rasanya? Yuk kita bergoyang lidah…
Read the rest of this entry »
No Comments »
10/03/2008 (Hiburan)
Kita dengar Jakarta punya PRJ alias Pekan Raya Jakarta, ternyata Surabaya juga punya agenda yang sama. Bahkan agenda tahunan itu sudah rutin diadakan di Surabaya sejak tempo doeloe… Istilah sekarang, namanya PRS-TD alias Pekan Raya Soerabaia Tempo Doeloe. Kalau orang Belanda menyebutnya dengan istilah Jaarmarkt.
Read the rest of this entry »
No Comments »
10/01/2008 (Prolog)

Ya Allah…
Berkahilah orang tua dan semua saudara-saudaraku.
Panjangkanlah umurnya, Berkahilah hidupnya.
Limpahkanlah rizqinya. Bahagiakanlah dia dan keluarganya.
Read the rest of this entry »
No Comments »
09/20/2008 (Transportasi)

Surabaya tempo doeloe memang terkesan romantis. Salah satu yang bikin suasana jadi romantis adalah keberadaan trem-trem yang sliwar-sliwer membelah jalanan kota ini tempo doeloe.
Betul sekali kawan! Bagi Anda yang pernah mendengar cerita dari buyut atau kakek nenek Anda tentang trem ini, tentunya kalau mereka sudah pernah naik, bisa membuat hati ini jadi iri lho… Hmmmm…., Surabaya tempo doeloe memang kota romantis…
Read the rest of this entry »
2 Comments »